Marlin Terpilih Cagub, Program Peningkatan Kualitas Kesehatan Perempuan Melalui Pemeriksaan Dini Kanker

4

KilNews.com, BATAM – Pilih Ansar Ahmad-Marlin Agustina untuk Kepulauan Riau dan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad untuk Kota Batam akan berikan keuntungan bagi masyarakat. Di antaranya, berbagai program yang dilaksanakan di tingkat kota selama ini bisa diperluas manfaatnya di tingkat provinsi.

“Kalau saya terpilih jadi Wakil Gubernur, Bapak Muhammad Rudi kembali terpilih menjadi Wali Kota Batam, artinya saya juga tetap sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batam. Apa yang sudah saya kerjakan selama ini untuk ibu-ibu, bisa ditambah lagi dengan anggaran dari provinsi,” tutur Marlin saat silaturahmi di Tanjungteritip Kelurahan Tanjunguma, Lubukbaja, Selasa (24/11).

Ia mencontohkan program peningkatan kualitas kesehatan kaum perempuan melalui pemeriksaan dini kanker. Empat tahun terakhir program tersebut sudah ia jalankan di bawah PKK Kota Batam. Menurut ya sudah banyak perempuan yang terdeteksi kanker serviks dan payudara melalui program ini. Mereka yang terdeteksi juga langsung diberi rekomendasi agar mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Tingkat kesehatan perempuan yang rendah selama ini disebabkan antara lain ibu-ibu susah diajak ke Puskesmas. Padahal pemeriksaan di Puskesmas itu bisa gratis. Ada programnya. Banyak yang sudah terdeteksi juga kita rekomendasi untuk berobat. Itu program kita sejak empat tahun lalu. Begitulah saya ingin perempuan sehat semua. Karena kota adalah tiang rumah tangga. Kalau kita sakit, susah semua. Jadi kita harus betul-betul jaga kesehatan. Pedulilah dengan kesehatan,” pesan Marlin.

Selain memperhatikan masalah kesehatan, Calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut 3 ini juga telah menyiapkan program pemberdayaan perempuan. Antara lain melalui pelatihan usaha mikro kecil menengah untuk meningkatkan perekonomian keluarga. Sehingga pada akhirnya dapat membantu tingkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya yakin banyak UKM IKM (usaha kecil menengah, industri kecil menengah) di sini. Bidang kuliner misalnya. Untuk pengembangan UKM IKM ini juga sudah kita programkan,” ujarnya.

Marlin menceritakan bagaimana selama ini ia telah membina para perempuan untuk berkembang secara ekonomi. Yakni melalui pelatihan membatik yang telah berbuah nyata.

“Kemarin saya baru meresmikan galeri Batik Marchelia. Itu adalah binaan saya. Satu minggu saya latih dan beliau bisa membuka galeri batik. Saya bangga sekali, di tengah pandemi seperti ini binaan saya ada yang berani membuka galeri batik. Artinya usaha kecil seperti ini tetap bisa bertahan di tengah pandemi. Luar biasa,” kata dia.

Ia juga berharap dari kawasan Tanjungteritip ini akan tumbuh satu usaha batik Batam. Karena ke depan peluang pasarnya cukup baik. Hasil produksi batik Batam akan digunakan sebagai seragam sekolah tingkat SD dan SMP. Selain itu kantor-kantor pemerintahan dan swasta juga akan menggunakan batik Batam sebagai seragamnya.

“Jadi saya yang akan mempromosikan batik-batik ibu. Mudah-mudahan dari sini ada kelompok baru yang mau dikembangkan. Sehingga melalui UKM IKM ini bisa membantu pemerintah dalam upaya pemulihan ekonomi pasca covid,” harap Marlin.