Ketua KPK Firli Menyinggung Foto Unggahan Anies Sedang Membaca How Democracies Die

3
Anies Baca Buku Why Nations Fail(foto net)

KilNews.com, JAKARTA – Foto viral Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang sedang membaca buku berjudul How Democracies Die ternyata turut menarik perhatian Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri.

Pada acara serah terima barangan rampasan, Firli menyinggung foto Anies. Dia mengaku sudah membaca buku tersebut serta buku berjudul Why Nations Fail sejak tahun 2002 lalu.

Bahkan dia menyebut orang yang baru membaca buku itu seperti baru bangun dan telah ketinggalan.

Namun menariknya, berdasarkan penelusuran, buku berjudul How Democracies Die karya Steven Levitsky dan Daniel Ziblatt baru diterbitkan pada 2018.

Sedangkan buku berjudul Why Nations Fail yang ditulis oleh Daron Acemoglu dan James A. Robinson terbit pada 2012.

Sontak pengakuan Firli menjadi sorotan hingga menjadi trending topic di media sosial Twitter, Selasa (24/11/2020).

Pengakuan Firli tentang buku itu terlihat pada video yang diunggah kanal YouTube KPK RI. Awalnya, Firli membahas upaya pemberantasan korupsi.

“Kita paham bahwa tindak pidana korupsi ini menjadi perhatian kita bersama dan bukan hanya perhatian bangsa Indonesia, tetapi seluruh dunia memberikan perhatian terhadap korupsi karena kejahatan ini adalah kejahatan yang luar biasa, maka yang penanganan pun secara luar biasa. Banyak negara gagal mewujudkan tujuan negara karena banyaknya korupsi,” kata Firli.

Namun tiba-tiba, Firli menyinggung foto unggahan Anies yang sedang membaca buku berjudul How Democracies Die.

Dengan percaya diri, Firli mengaku sudah membaca buku tersebut dan buku berjudul Why Nations Fail pada 2002 silam.

“Jadi kalau kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca How Democracies Die. Sebelum itu, Pak, bukunya ada Why Nations Fail, itu sudah lama saya baca, Pak. Tahun 2002 sudah baca buku itu. Jadi kalau ada yang baru baca sekarang, kayaknya baru bangun, Pak. Makanya banyak yang mengkritisi kan, sudah lama buku itu, Pak,” kata Firli sembari melanjutkan kata sambutannya.

Pengakuan Firli sudah membaca buku How Democracies Die dan Why Nations Fail pada 2002 silam menuai sorotan. Sebab, kedua buku itu masing-masing baru terbit pada 2018 dan 2012.

Bahkan, hastag Ketua KPK menjadi trending topic di media sosial Twitter.

“Ketua KPK trending. Ya udah gak usah diklik trending kenapa. Itu pasti soal dia yang ke-trigger judul buku yang Pak Anies baca. Klaim duluan baca tahun 2002 padahal bukunya terbit 2018,” tulis @Bebque__.

“Jadi masih mau percaya sama ketua KPK? Soal baca buku aja doi bokis…,” tulis @NOTASLIMBOY.

“Firli Ngaku Tahun 2002 Sudah Baca Buku yang Diposting Anies, Ternyata Baru Terbit Pertama Tahun 2018. Ketua KPK ya ?” tulis @marlina_idha.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membagikan foto sedang bersantai sembari membaca buku berjudul How Democracies Die. Foto tersebut kemudian diunggah ke berbagai platform media sosial Anies.

Unggahan inipun menuai beragam tanggapan. Sebab dinilai sebagai perwakilan situasi saat ini, bagi sebagian orang. 

“Selamat pagi semua. Selamat menikmati Minggu pagi,” tulis Anies dalam keterangan unggahannya.

Pada foto yang dibagikan, Anies terlihat mengenakan kemeja putih lengan pendek. Sedangkan untuk bawahan dia memilih pakai sarung hingga menunjukkan kesan santai. Penampilannya semakin mantan ditunjang aksesoris jam di pergelangan lengan kiri.

Sembari duduk, dia fokus membaca buku bersampul hitam yang judulnya menuai sorotan.(indozone.id)