Dapatkan Penemuan Baru Komnas HAM dari Interograsi Masalah 6 Laskar FPI Mati Ditembak Polisi

1
Komnas HAM KilNews.com, JAKARTA -Komnas HAM Beka Ulung Hapsara (foto net)

KilNews.com, JAKARTA – Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Beka Ulung Hapsara mengutarakan jika ada perkembangan dalam interograsinya atas masalah kematian enam laskar Front Pembela Islam (FPI) di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat.

Beka mengutarakan, invetstigas Komnas HAM mendapati bukti baru berbentuk proyektil. “Bukti baru itu ada, demikian. Telah ada. Misalnya proyektil,” kata Beka waktu dijumpai di kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Senin (14/12).

Tetapi, Beka minta khalayak bersabar atas performa Komnas HAM dalam menginterogasi masalah tewasnya laskar ajudan Imam Besar FPI M Rizieq Shihab itu. Sampai sekarang, Komnas HAM belum tentukan simpulan atas masalah itu.

“Tidak ada simpulan apa saja. Hingga saat ini kami belum mengatakan apa saja mengenai proses yang digerakkan Komnas HAM,” kata Beka. Komnas HAM, lanjut ia, tengah konsentrasi kumpulkan bukti dari kejadian berdarah itu, terhitung dengarkan info dari bermacam faksi.

kami usaha kumpulkan bukti sebanyak-banyaknya. Baik dari kepolisian, Layanan Marga, sebab barusan kami panggil Layanan Marga, lagi jika ada warga yang punyai bukti, jadi saksi langsung dari kejadian itu. Komnas HAM dengan tangan terbuka terima info itu,” timpal ia.

Awalnya Komnas HAM minta info Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dan Direktur Khusus Layanan Marga Subakti Sukur berkaitan tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Senin (7/12). Ke enam laskar FPI itu meninggal karena shooting.

Polda Metro Jaya mengakui terjadi baku tembak di antara korps-nya dengan laskar FPI ajudan Rizieq. Sesaat FPI menyebutkan laskarnya tidak mempunyai senjata api.(JPNN)