Dua Pejabat Kejaksaan NTT Meninggal Karena Covid-19

43
Dua Pejabat Kejaksaan NTT Meninggal Karena Covid-19 (Gambar Ilustrasi)
Dua Pejabat Kejaksaan NTT Meninggal Karena Covid-19 (Gambar Ilustrasi)

KilNews.com, NTT – Kejaksaan Tinggi menyebutkan dua pejabat Kejaksaan di Nusa Tenggara Timur meninggal dunia karena terpapar virus Corona. Kedua pejabat itu semuanya meninggal dunia setelah terinfeksi Covid-19.

“Sudah dua orang pejabat Kejaksaan di NTT meninggal dunia karena menderita COVID-19. Kedua pejabat ini terpapar COVID-19 saat bertugas ke Pulau Jawa,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi NTT, Yulianto di Kupang, Kamis (7/1).

Dua pejabat itu adalah Kepala Kejaksaan Negeri Timor Tengah Utara (TTU) Bambang Sunardi meninggal dunia di Rumah Sakit Umum (RSU) Kediri, Jawa Timur, Kamis (31/12/2020) dan Koordinator pada Kejaksaan Tinggi Nusa Tenggara Timur Slamet Hariyadi yang meninggal setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Islam Aisyiyah (RSI) Malang, Jawa Timur, Rabu (6/1).

Yulianto mengatakan, Slamet Hariyadi sebelum meninggal dunia sempat bertugas ke Jakarta untuk urusan dinas sehingga diduga terpapar COVID-19 saat bertugas ke Jakarta.

Dia berharap para pejabat Kejaksaan NTT untuk tetap menaati protokol kesehatan selama melaksanakan tugas seperti menggunakan masker, selalu mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.

BACA JUGA Sebanyak 38 Calon Penumpang di Bandara APT Ada Yang Coba-Coba Pakai Surat non reaktif Covid 19 palsu

“Kami juga mengimbau seluruh warga NTT agar menaati aturan protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19 karena virus ini sangat berbahaya,” tutupnya seperti dilansir dari Antara.

“Amerika Serikat dan Kongres Amerika Serikat telah menghadapi ancaman yang jauh lebih besar yang tidak tertahan yang kita lihat hari ini. Kita tidak pernah terhalang sebelumnya. Dan kita tidak akan terhalang hari ini. Mereka mencoba mengganggu demokrasi kita. Mereka gagal,” ujar Mitch McConnell seperti dikutip laman CBS News, Kamis (7/1).

“Pemberontakan yang gagal ini hanya menggarisbawahi betapa pentingnya tugas di hadapan kita bagi republik kita,” ujarnya menambahkan.

Sertifikasi kemenangan pilpres AS biasanya berupa seremonial biasa. Namun demikian kerusuhan di Gedung Capitol oleh para pendukung Donald Trump menghambat proses tersebut. Anggota parlemen telah kembali ke Capitol AS untuk menyelesaikan pengesahan kemenangan pemilihan Joe Biden, beberapa jam setelah pendukung Trump menyerbu gedung dalam kerusuhan yang menewaskan empat orang.(merdeka)

foto : net

BAGIKAN