Presiden AS Trump Marah-Marah ke Gubenur Negara Bagian Partainya, Inilah Alasannya…

Trump (foto net)

KilNews.com – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump marah-marah kepada para gubernur negara bagian dari partainya, Republik.
Trump marah karena para gubernur ini tak bisa ‘memerahkan’ lagi wilayah mereka sebagai basis partai Republik.
Trump juga disebut secara terbuka meragukan strategi hukum, yang secara pribadi dia instruksikan untuk dijalankan para stafnya terkait hasil pilpres
AS.
Seperti dilansir CNN, Kamis (5/11/2020), menurut dua sumber yang dikutip CNN, Trump menginstruksikan para stafnya untuk mulai mengajukan
gugatan hukum segera setelah Fox News memproyeksikan rivalnya, Joe Biden, memenangi negara bagian Arizona pada Rabu (4/11) malam waktu
AS.

BACA : Kubu Calon Presiden Joe Biden Mengecam Pernyataan Trump Terkait Perhitungan Suara Dihentikan


Para staf Trump itu, menurut salah satu sumber, menghabiskan waktu sepanjang Rabu (5/11/2020) untuk menyusun strategi hukum yang setengah
matang, yang bertujuan untuk memberikan lebih banyak waktu saat suara masih dihitung di negara bagian krusial seperti Arizona.

CNN sendiri belum memproyeksikan pemenang untuk negara bagian Arizona. Namun data proyeksi CNN dengan 84 persen suara masuk,
menunjukkan Biden unggul sementara dengan 50,7 persen melawan Trump dengan 47,9 persen di Arizona yang merupakan basis kuat Partai
Republik.
Menurut dua sumber yang dikutip CNN, Trump dengan marah menelepon para Gubernur dari Partai Republik, termasuk Gubernur Arizona Doug
Ducey, kemudian Gubernur Georgia Brian Kemp, dan Gubernur Florida Ron DeSantis. Trump marah karena wilayah-wilayah basis Republik justru
dibirukan oleh Demokrat.
Posisi sementara menunjukkan Biden unggul dengan 264 electoral votes atas Trump yang baru meraup 214 electoral votes. Dibutuhkan 270
electoral votes — dari total 538 electoral votes — untuk bisa memenangkan pilpres AS. Biden hanya butuh 6 electoral votes untuk bisa dinyatakan
sebagai pemenang pilpres AS.(DemokrasiNews)