Film Disney berjudul “Mulan” Mendapat Reaksi Keras Bahkan Sebelum Rilis Resminya

5
Film Mulan (foto net)

KilNews.com, BEIJING – Film Disney berjudul “Mulan” pada Jumat kemarin (11/9/2020) meraih 200 juta dollar AS dan dipuja oleh setidaknya Kementerian Luar Negeri China. Penceritaan kembali kisah pejuang wanita China, Fa Mulan yang legendaris mendapat reaksi keras bahkan sebelum rilis resminya ketika bintang Liu Yifei menyuarakan dukungannya untuk polisi Hong Kong saat mereka menindak protes demokrasi tahun lalu.

Minggu ini pihak Disney menghadapi seruan boikot secara global untuk pembuatan film Mulan di Xinjiang, di mana pelanggaran HAM terhadap populasi Muslim di kawasan itu telah didokumentasikan secara luas, dan karena berterima kasih kepada pihak berwenang dari wilayah itu pada akhir tayangan film.

Tetapi Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Jumat kemarin menepis kontroversi itu, dengan mengatakan bahwa “sangat normal” untuk berterima kasih kepada pemerintah Xinjiang atas bantuan mereka dan mengabaikan kritik soal “pelanggaran HAM di Xinjiang”.

Dia memuji bintang China-Amerika Liu sebagai “Mulan kontemporer” dan “keturunan sejati China”.

Film Mulan ditayangkan di China pada hari Jumat dan menjual sekitar 41 juta Yuan tiket pada sore hari, menurut platform tiket Maoyan. Tapi film ini, yang telah dilihat banyak orang secara online, telah menarik banyak ulasan buruk dengan peringkat 4,7 dari 10 di situs ulasan pengguna populer, Douban.

Beberapa tidak menyukai penyimpangan film dari kisah asli dengan alur cerita baru, sementara yang lain mengecam adegan aksi. “Setahu saya, Mulan awalnya anggun dan bukan seniman bela diri saat kecil,” tulis seorang pengguna.

Pengulas film lain menambahkan kalau alur ceritanya buruk, dan sosok Fa Mulan disorot tanpa logika. Dia juga mengomentari bahwa seni bela diri di film itu tidak kuat.

Sedangkan, pengulas lain mempertanyakan mengapa tidak ada lebih banyak aktor kebangsaan China yang terlibat dalam film tersebut. Di tengah kehebohan itu, tagar “Mulan” tampaknya telah dinonaktifkan di platform mirip Twitter di China, Weibo, karena tag tersebut tidak muncul di hasil pencarian pada hari Jumat. Media Perancis AFP memahami bahwa beberapa media pemerintah juga telah diberitahu untuk menghindari meliput film tersebut.

Di bioskop-bioskop di Beijing, bagaimanapun, beberapa penonton bioskop tidak menyadari adanya protes internasional.

“Mulan adalah nama marga. Beda orang beda cara untuk memahami cerita ini,” kata Hu Xia (46), yang menonton film itu bersama putranya.

“Kali ini, saya pikir mereka berhasil.” Penikmat film lainnya, Alvin Ye yang berusia 30 tahun, memuji film tersebut karena menggambarkan seorang wanita yang luar biasa. Tabloid nasionalis China, Global Times, menawarkan pembelaan lain terhadap kritik luar negeri, dengan bahasa yang biasanya tanpa cela, menggambarkan serangan terhadap film tersebut sebagai suatu hal yang “bejat”.(kompas)

BAGIKAN