Tega…Seorang Wanita di Kulonprogo Dibakar Gara-Gara Tidak Mau Dinikahi

Ilustrasi Orang Dibakar(foto net)

KilNews.com,  Yogyakarta – Polres Kulonprogo membekuk Agus Trikoyopari Suda (51) pelaku pembakaran seorang wanita bernama Catur Atminingsih (54). Catur tak lain adalah kekasihnya sendiri.

Agus tertangkap setelah bersembunyi selama 55 hari. Keberadaannya akhirnya terendus polisi di sekitar Pasar Ciklin Temon dan ditangkap pada 30 Okotober 2020.

Wakapolres Kulonprogo, Kompol Sudarmawan, menyampaikan hasil pemeriksaan sementara terungkap motif Agus membakar kekasihnya tersebut kesal korban tidak mau diajak menikah.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku mengaku dirinya sakit hati kepada korban karena tidak mau dinikahi. Sementara pelaku dan korban telah menjalin hubungan asmara selama tiga tahun,” terang Sudarmawan dalam keteranganya, Senin (4/10).

Sudarmawan menjelaskan, kejadian bermula saat Agus dan Ningsih sempat bertemu di sekitar Puskesmas Mudal, Sentolo, pada Kamis (3/9).

“Saat itu pelaku mengajak korban menikah, tetapi ajakan itu ditolak. Sehingga pelaku sakit hati dan pada Jumat (4/9) pelaku mempunyai rencana untuk membuat jera korban dengan cara dibakar,” tuturnya

Kemudian pada Sabtu (5/9) pukul 10.00 Wib, Agus melancarkan aksinya dengan membeli bensin dan menunggu di jalan yang biasa dilewati korban selama kurang lebih dua jam.

“Setelah bertemu pada pukul 12.00 Wib pelaku langsung memberhentikan koban dan terjadilah keributan pada saat korban hendak ingin pergi menuju motornya. Saat itu juga pelaku menyiramkan korban dengan bensin di tubuhnya yang langsung dinyalakan dengan korek api,” terangnya.

Seusai melakukan aksi keji itu, pelaku kabur meninggalkan korban yang sudah dalam kondisi terbakar. Sementara korban yang ketika itu masih hidup berupaya mencari pertolongan kepada warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian.

Korban sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates selama kurang lebih satu bulan sebelum akhirnya meninggal dunia.

Polisi menyita sejumlah barang bukti di antaranya dua kendaraan milik korban dan pelaku, korek api gas, serta botol plastik yang digunakan pelaku untuk wadah bensin.

Akibat perbuatanya pelaku dijerat dengan pasal 351 ayat 2 Jo ayat 353 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat dengan direncanakan terlebih dahulu dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Namun karena korban akhirnya meninggal dunia, terbuka kemungkinan adanya penyesuaian pasal estimasinya yaitu dikenakan pasal 340 KUHP, 338 KUHP, dan 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

“Dengan keadaan korban yang meninggal dunia karena peristiwa itu, tentunya berpengaruh terhadap pasal-pasal yang akan disangkakan kepada pelaku,” ujarnya.(merdeka)